Perangkat Keras Komputer

file:///C:/Users/Keyla/Documents/tugas%20penkom.htm

Pertanian beserta Agronomi dan Hortikultura

 Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Dengan segala kekayaan yang ada seharusnya Indonesia bisa menjadi negara yang maju. Segala kekayaan Indonesia selalu menjadi incaran luar negeri, karena tentunya dengan segala kekayaan yang ada, Indonesia bisa menjadi negara adidaya. Tetapi sayangnya berbeda, Indonesia hanya bisa jalan ditempat, bahkan sekarang ini banyak sekali kekayaan Indonesia yang dikeruk oleh negara asing, sebut saja PT. Privot. Hampir seluruh kekayaan emas yang berada di bumi Papua habis dikeruk oleh negara asing.

Hal ini sangat menyedihkan bagaikan buah dimakan tetangga, yang berarti kekayaan negara malah dimakan tetangga bukan dimakan negara sendiri. Seharusnya kita malu akan itu semua dan bangkit berusaha merubah serta mengolah kekayaan negara ini dengan sebaik-baiknya. Tentunya banyak masyarakat kita yang rindu akan kenangan masa lalu, dimana Indonesia merupakan negara pengekspor beras terbesar ‘swasembada pangan’. Pada zaman itu, negara kita begitu tersohor hingga ke penjuru dunia akan kekayaan serta kehebatan pangannya.

Tetapi pertanian kita saat ini begitu berbeda, sangat menyedihkan. Karena yang dulunya kita yang menjadi produsen sekarang menjadi konsumen, dahulu memberi sekarang meminta, dan dahulu diatas sekarang dibawah. Sepertinya zaman dulu dan kini bagaikan bumi dengan langit, dulu pertanian kita begitu sukses tetapi sekarang jadi mati suri. Kenapa dibilang mati suri? Karena suatu saat Indonesia pasti akan bangkit, asalkan kita berani dan mau bertindak.

Dengan itu saya masuk Departemen Agronomi dan Hortikultura, terinspirasi dengan pidato Ir. Soekarno beberapa waktu yang silam bahwa “Pertanian adalah persoalan HIDUP dan MATI”. Memang sungguh pidato tersebut mengguncang dunia hingga raga setiap orang yang mendengarnya. Walaupun memang banyak sekali pemuda kita yang menganggap sebelah mata mengenai pertanian. Tetapi sesungguhnya mereka sendiri pun tidak hidup tanpa adanya pertanian. Seperti hal yang sangat konkrit saja, kita sebagai makhluk hidup pasti butuh makan, karena hanya dengan makanlah kita dapat bertahan hidup. Ya, apalah jadinya hidup kita tanpa jerih payah petani. Memang jasa yang tiada taranya lah yang dapat menggambarkan seorang petani sesungguhnya.

Agronomi dan Hortikultura, memang pertamanya saya kurang begitu mengetahui mengenai jurusan ini. Tetapi setelah lama akhirnya saya tahu dan saya amat bangga dengan Departemen saya ini. Agronomi adalah ilmu yang mempelajari mengenai budidaya tanaman-tanaman pangan, sedangkan Hortikultura adalah ilmu yang mempelajari budidaya tanaman buah-buahan, sayuran, tanaman obat, serta tanaman hias. Jadi sesungguhnya cakupan Agronomi dan Hortikultura sangatlah luas.

Agronomi adalah ilmu bercocok tanam. Cabang penting ilmu-ilmu pertanian ini merupakan salah satu ilmu terapan yang berbasis biologi/botani yang mempelajari pengaruh dan manipulasi berbagai komponen biotik (hidup) dan abiotik (tidak hidup) terhadap suatu individu atau sekumpulan individu tanaman untuk dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. (http://id.wikipedia.org/wiki/Agronomi)

Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura/colere (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun. Kemudian hortikultura digunakan secara lebih luas bukan hanya untuk budidaya di kebun. Istilah hortikultura digunakan pada jenis tanaman yang dibudidayakan. Bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama dan penyakit, panen, pengemasan dan distribusi. Hortikultura merupakan salah satu metode budidaya pertanian modern. Hortikultura memfokuskan pada budidaya tanaman buah (pomologi/frutikultur), tanaman bunga (florikultura), tanaman sayuran (olerikultura), tanaman obat-obatan (biofarmaka), dan taman (lansekap). (http://id.wikipedia.org/wiki/Hortikultura).

Ya, tentunya Agronomi dan Hortikultura adalah salah satu jawaban dari masalah pertanian bangsa ini. Karena itu saya memilih dan bertekad untuk memajukan pertanian di Indonesia. Majulah Pertanianku Indonesia!

Majulah Agraria Indonesia!

Nama : Dyra Haryanti
NRP : A24110128
Laskar : 18
Majulah Agraria Indonesia!
Indonesia terkenal dengan sebutan “Negara Agraris”, hal ini dikarenakan sebagian besar bangsa Indonesia bermata pencaharian dengan bercocok tanam (pertanian). Negara Indonesia juga terkenal dengan keanekaragaman hayati dan hewani yang terkandung didalamnya, ditunjang pula dengan berjuta-juta hektar lahan yang terbentang dari sabang hingga merauke. Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat subur, karena Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki iklim yang sangat cocok untuk pertanian. Indonesia juga terkenal dengan swasembada berasnya pada zaman pemerintahan Soeharto dulu. Oleh karena itu kita harus bangga dengan pertanian yang menjadi cikal bakal dan ciri khas negara kita, Indonesia.
Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup setiap manusia. Karena pertanian adalah salah satu kebutuhan pokok setiap manusia yaitu pangan (makanan). Sehingga sektor pertanian adalah sektor yang tidak akan pernah mati. Sektor ini juga merupakan sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar penduduk kita tergantung padanya. Sehingga pembangunan pertanian di Indonesia dianggap sangat penting.
Tapi sayangnya sektor pertanian tidak mendapatkan perhatian yang besar dari para pemuda Indonesia, penerus bangsa ini. Banyak orang yang tidak menganggap penting pertanian, karena banyak yang termakan oleh berbagai pengaruh dari luar yang sering berkata ‘gengsi’ dengan pertanian. Padahal tanpa pertanian, dia pun tidak bisa makan karena semua hasil berupa nasi, sayur-mayur, buah dan lain-lain sebagainya merupakan hasil dari pertanian itu sendiri. Selain itu di Indonesia, kini pertanian pun mengalami kemunduran karena berbagai ancaman yang terjadi akibat ulah kita sendiri, yaitu dengan membuang sampah sembarangan, penebangan pohon secara liar, pengeboman laut dan lain sebagainya yang menyebabkan tidak bersahabatnya alam. Sehingga belakangan ini sering terjadi bencana alam dan berbagai perubahan iklim, yang menyebabkan pertanian kita ini sulit berkembang.
Oleh karena itu, selain kita siapa lagi yang akan memperjuangkan perkembangan pertanian di masa yang akan mendatang. Kita tidak boleh berdiam diri saja, melihat kondisi pertanian yang yang semakin berjalan mundur seperti ini. Karena tanpa adanya aksi dari para pemuda dari sekarang, kita tidak akan tahu betapa buruknya kondisi peranian di masa mendatang. Marilah kita bangun kembali pertanian di Indonesia tercinta ini!

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!